escape

October 22, 2009

DELAPAN JANJI RAJA

Filed under: Kritik, LEARN — Tags: , , , — dewa landung @ 5:02 PM

wayangSampai saat ini saya belum paham bagaimana caranya menyukai dunia politik. Pepatah “Tidak ada teman sejati – tidak ada musuh yang sejati, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi” yang menjadi jargon di dunia politik membuat saya memasang ancang2 kabur seribu langkah dari sistem berwujud tidak konsisten yang bernama politik.

Layaknya para pecundang yang mengucap janji sambil menyilangkan jari dibelakang pantat, seperti itulah gambaran saya mengenai politikus. They just don’t have any idea about integrity. Kebanyakan tidak mempresentasikan target, hanya iming-iming indah yang berdasarkan analisis tim suksesnya akan meningkatkan jumlah suara dan cukup persuasif untuk dipercaya. Alih-alih dianggap sebagai ksatria yang tiap ucapannya bisa langsung diterjemahkan sebagai janji atau hukum mutlak, sebagian besar dari komunitas ini lebih cocok jika disebut pedagang. Menyembunyikan keuntungan dibalik harga yang memikat. Maka berlakulah  hukum ekonomi bukan hukum kepemimpinan. Bila permintaan lebih tinggi dari penawaran maka naikkan harga, sebaliknya jika dagangan lagi kosong harga bisa di nego, kebijakan bisa diatur.

Namun sebagai rakyat biasa, saya masih menyimpan harapan bahwa suatu saat nanti akan muncul pemimpin2 baru bangsa ini yang berbobot. Gambaran pemimpin yang ideal, presiden yang ideal, raja yang ideal selalu melintas-lintas di pikiran. Tidak perlu lah menghormati seorang rakyat kecil seperti saya, cukup hormati diri sendiri (respect your self).  Tidak perlu lah mengucapkan janji muluk2, target pertumbuhan ekonomi, target peningkatan kesejahteraan. Cukup ucapkan delapan janji ini yang dirumuskan pada jaman kerajaan dahulu dan hormati diri Anda dengan menepatinya.

Inilah DELAPAN JANJI RAJA yang disebut ASTHAVRATA (Astobroto ; Jawa ).

  1. ANGKASHA (Ruang), Raja harus memberikan ruang untuk mendengarkan suara rakyatnya,
  2. VAYU (Angin), Raja harus mampu mewujudkan pemerataan kesejahteraan kepada rakyatnya bagai angin,
  3. AGNI (Api), Raja harus memberikan hukuman yang seadil-adilnya kepada yang bersalah tanpa pandang bulu bagai api yang membakar,
  4. TIRTA (Air), Raja harus mampu menumbuhkan kesejahteraan perekonomian bagi rakyatnya bagaikan air yang mampu menumbuhkan biji-bijian,
  5. PRTIVI (Tanah), Raja harus mampu memberikan tempat yang aman bagi rakyatnya, menampung semuanya, tanpa ada diskriminasi, bagaikan tanah yang mau menampung semua manusia,
  6. SURYA (Matahari), Raja harus mampu memberikan jaminan keamanan kepada seluruh rakyat tanpa pandang bulu seperti Matahari yang memberikan kehidupan kepada mayapada,
  7. CHANDRA (Bulan), Raja harus mampu mengangkat rakyatnya dari keterbelakangan, dari kebodohan, dari kegelapan, bagaikan sang rembulan yang menyinari kegelapan dimalam hari, dan yang terakhir adalah
  8. KARTIKA (Bintang), Raja harus mampu memberikan aturan-aturan hukum yang jelas, kepastian hukum bagi rakyat demi kesejahteraan, kemanusiaan, keadilan, bagaikan bintang gemintang yang mampu menunjukkan arah mata angin dengan pasti dikala malam menjalang.

sumber: milis BMK

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: