escape

November 14, 2009

The follower

Filed under: Kritik, LEARN — Tags: , , — dewa landung @ 4:02 AM

Lebih baik bicara tapi diketawain daripada nggak bicara tapi bisanya cuma ketawa-ketawa

Seringkali kita terjebak dalam situasi dimana seseorang meminta sekelompok orang untuk berpendapat namun tidak ada satupun yang berani bicara. Tapi saat Anda memberanikan diri melontarkan suatu statement orang-orang sekitar Anda akan menertawai Anda. Atau situasi dimana seseorang melontarkan pertanyaan tapi tidak ada yang menjawab, dan ketika Anda mengemukakan jawaban tiba-tiba saja semua orang menjadi sangat cerdas & pintar seolah-olah mendapat suntikan multi-vitamin otak kemudian mengkritik jawaban Anda. Tiba-tiba saja orang-orang ini punya jawabannya. Lucu memang tapi hal ini terjadi pada banyak orang.

Jika Anda mengindahkan situasi ini kedalam ruang personal, saat itulah akhir dari kemajuan Anda. Menjadi diam dalam kondisi pembelajaran pada beberapa kasus sama dengan menyimpan & menumpuk kebodohan. Cobalah keluar dari sistem emosi Anda dan amati apa yang sebenarnya terjadi disini. Bagi saya lebih baik bicara tapi ditertawakan daripada nggak bicara tapi bisanya cuma ketawa-ketawa. Inilah yang membedakan antara seorang Creator dengan para Follower. Seorang follower tidak pernah punya keberanian untuk memulai, takut salah, apalagi mengambil tanggung jawab  atas kesalahan mereka. Sedangkan sang creator bersikap sebaliknya, mistake is our middle name.

Seringkali orang-orang salah persepsi bahwa creator sama dengan leader, bagi saya Creator berbeda dengan Leader meskipun sebagian besar creator adalah pemimpin di bidangnya . Creator bersikap layaknya seorang seniman, bersenang-senang dengan proses yang dia lewati pada saat yang bersamaan terjadi peningkatan  kualitas diri atau skill sang seniman  Tidak pernah sedikitpun terbesit untuk bersaing dengan yang lain sebab seniman tidak membutuhkan piagam kemenangan, hanya sebuah hubungan yang sangat personal antara dia dan karya seni atau apa yang ingin dan sedang ia ketahui. Sedangkan leader terlahir untuk maju kedepan menjadi yang terbaik dari kelompoknya dan memimpin.

Yang manakah maju kedepan?

Creator dan Leader tidak ada masalah dengan kemajuan, bedanya creator maju dengan rasa penasaran dan kesenangan sedangkan leader maju dengan ambisi dan kepentingan. Namun seorang follower sama sekali tidak punya tempat di kursi terdepan. Dalam kondisi ceteris paribus – tidak ada faktor x yg mengambil alih sistem, mereka adalah calon-calon bawahan, pengikut, ekor.

Menjadi sangat menyedihkan bila bibit-bibit kreatifitas harus merasa rendah diri dan berhenti. Pada dasarnya tidak ada alasan bagi kita untuk mundur saat para follower melakukan kodratnya sebagai orang-orang yang bisanya cuma “ketawa-ketawa”

3 Comments

  1. sip!

    Comment by refanidea — November 20, 2009 @ 1:13 AM

  2. Apakah Bung Dewa setuju kalo kita mewacanalkan Mark Zucherberg dan Mike Lazaridis sebagai contoh Great Creators ? Menurut saya, keduanya pantas memperebutkan , apakah tahun 2009 ini dinobatkan sebagai Tahun Facebook atau Tahun BlackBerry.

    Comment by Emhasila — December 7, 2009 @ 3:56 PM

    • hahaha… setuju bos, saya pernah baca sejarahnya BB kasian bgt orang2 yg ngetawain itu🙂
      Tapi mohon maaf th 2009 pantesnya sih th facebook soalnya yg punya fb lebih kaya dibanding yg bikin BB hihihi

      Comment by dewa landung — December 8, 2009 @ 2:13 PM


RSS feed for comments on this post.

Sorry, the comment form is closed at this time.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: