escape

October 17, 2012

Nak Mula Keto

Filed under: BALI, Self Conversations — Tags: , , , — dewa landung @ 9:04 AM

“Nak mula keto” adalah Bahasa Bali yang secara sederhana berarti “memang begitu” atau “dari dulu memang begitu”. Frase ini dulu sering diucapkan oleh para orang tua di Bali. Bila si kecil atau para remaja bertanya ini itu, jawaban singkatnya adalah “Nak mula keto”. Case closed, tidak ada perdebatan lagi. Bertahun-tahun hal ini terjadi dan tatanan masyarakat Bali berjalan dengan sedikit sekali perdebatan meskipun miskin pengertian intelektual. Jadilah pulau yang damai, patuh, dan memiliki adat yang kuat. Semua berawal dari “Nak mula keto”.

Note: Pada masa orde baru pemerintah sangat menyukai Bali, konon karena program apapun yang dicanangkan sebagian besar berhasil dan sedikit mendapat perlawanan dari masyarakat Bali.

Kemudian lahirlah kaum intelektual muda, generasi kenapa begini kenapa begitu. Semua harus ada alasan, dasar logika, acuan sastra atau kitab suci. “Nak mula keto” menjadi cemoohan, orang yang mengucapkannya akan dianggap bodoh. Ketimbang dibilang bodoh, semuanya bergerak mencari-cari penjelasan dan pembenaran atas apa yang terjadi pada hidup, adat istiadat, atau upacara. Ditambah lagi antusiasme wisatawan atau non-Bali yang tertarik menanyakan hal-hal “unik” kepada orang lokal, maka alasan harus ditemukan.  Apapun yang Anda tanyakan, kami punya jawabannya. Kadang masuk akal dan benar seperti itu, terkadang terlalu naïf dan dibuat-buat.

Pencapaian Yoga Tingkat Tinggi Orang Bali

Masa sebenarnya berulang, kesalahan sama sering dilakukan lagi oleh generasi-generasi berikutnya, perdebatan pun sebenarnya sudah ada ratusan tahun lalu. Obatnya sudah ditemukan, hanya tersamar akan preferensi masyarakat yang meletakkan pemahaman intelektual pada kasta teratas. Dalam sejarah kehidupan manusia, pada pemahaman indra-indra manusia yang terbatas, tidak semua doa mendapat jawaban, tidak setiap kejadian ditemukan alasan. Yang pintar, bodoh, kuat, lemah, berkuasa, maupun nista seringkali dibenturkan dengan kenyataan-kenyataan hidup yang tidak bisa dijawab/dipecahkan manusia. Kehidupan sebagian besar memang misteri Sang Pencipta. Manusia yang memahami, ujung-ujungnya menerima kehidupan ini apa adanya atau selamanya berputar-putar pada roda tuntutan dan penderitaan. Semua sudah sempurna apa adanya, apalagi yang perlu diperdebatkan. Pada tahapan ini “Nak mula keto” yang sebelumnya diberi label kebodohan, menjadi statement yang sangat menenangkan. Bertransformasi menjadi ciri pencapaian yoga tingkat tinggi orang Bali. Kata ini secara turun temurun akan terus  terucap oleh tetua Bali yang telah merasakan asam garamnya kehidupan dan pandai “tersenyum” (dalam Bahasa Bali “Paica” = “Anugerah” berasal dari akar kata “Ica” yang berarti “Tersenyum”).

“Nak mula keto, semua sudah sempurna apa adanya, apalagi yang harus diperdebatkan”

Tulisan ini terinspirasi dan dipersembahkan kepada: Gede Prama & seluruh tetua Bali

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: