escape

April 26, 2014

Hindari 10 Larangan

Filed under: BALI — Tags: — dewa landung @ 12:54 PM

image

Advertisements

March 16, 2013

Sanggah Cucuk

Filed under: BALI, Kritik — Tags: , — dewa landung @ 3:43 AM

Sanggah Cucuk merupakan sarana upacara yg biasa digunakan di Bali untuk melakukan Butha Yadnya. Salah satu fungsinya adalah sebagai tempat untuk meletakkan dan menggantung berbagai sarana upacara tersebut.

image

Berpenampang segitiga ditancapkan ke tanah dan seluruhnya terbuat dari bambu, sanggah ini pada dasarnya bersifat temporer atau sekali pakai. Namun apa yang terjadi bila anda tinggal di ibu kota, sangat sibuk, sulit mencari bambu? Maka muncullah ide membuat sanggah cucuk permanen di tukang las:

image

Inovasi yang luar biasa, mudah2an inovasi ini tidak membuat generasi Bali berikutnya lupa cara menggunakan Belakas, Temutik, dan Gergaji untuk membuat sanggah cucuk dari bambu 🙂 What’s next? membuat canang yg bisa dipakai berkali2 dari plastik? Hehe…

October 17, 2012

Nak Mula Keto

Filed under: BALI, Self Conversations — Tags: , , , — dewa landung @ 9:04 AM

“Nak mula keto” adalah Bahasa Bali yang secara sederhana berarti “memang begitu” atau “dari dulu memang begitu”. Frase ini dulu sering diucapkan oleh para orang tua di Bali. Bila si kecil atau para remaja bertanya ini itu, jawaban singkatnya adalah “Nak mula keto”. Case closed, tidak ada perdebatan lagi. Bertahun-tahun hal ini terjadi dan tatanan masyarakat Bali berjalan dengan sedikit sekali perdebatan meskipun miskin pengertian intelektual. Jadilah pulau yang damai, patuh, dan memiliki adat yang kuat. Semua berawal dari “Nak mula keto”.

Note: Pada masa orde baru pemerintah sangat menyukai Bali, konon karena program apapun yang dicanangkan sebagian besar berhasil dan sedikit mendapat perlawanan dari masyarakat Bali.

Kemudian lahirlah kaum intelektual muda, generasi kenapa begini kenapa begitu. Semua harus ada alasan, dasar logika, acuan sastra atau kitab suci. “Nak mula keto” menjadi cemoohan, orang yang mengucapkannya akan dianggap bodoh. Ketimbang dibilang bodoh, (more…)

October 16, 2012

Kenapa Saya Tidak Memakan Daging Sapi

“Kenapa kamu tidak makan daging sapi?” Pertanyaaan yang baru-baru ini masuk dalam daftar  Frequently Asked Question. Enggan menjawabnya karena bila dijawab dengan singkat pasti akan mislead sebaliknya bila dijawab panjang akan makan waktu dan saya sendiri malas memberi penjelasan panjang lebar. Malas dibilang menggurui, malas dibilang terlalu teoritis, akhirnya saya abaikan dengan jawaban “…memang -dari dulu sudah- begitu” dengan asumsi orang-orang  memahami konsep “nak mula keto”nya para tetua Bali.

Sayangnya saya sering kurang beruntung, seorang sahabat Bali pernah menjawab bahwa itu cuma dilakukan oleh orang-orang fanatik saja! Seorang family dengan enteng berkata, “Terlalu banyak aturan, ini ga boleh, itu ga boleh, kalo saya makan-makan aja semua. Semua ini kan diciptakan untuk kita. Makan aja!” sambil menyebutkan bahwa orang tuanya akan sebel bila melihat orang setipe saya alias berkomitmen tidak makan makanan tertentu.

Saya terhentak dan sadar, ternyata apa yang kita lakukan atau yakini kadang menyebalkan bagi orang lain, meskipun saya tidak merepotkan siapa-siapa. . Saya tidak menganggap makan daging sapi itu menjijikkan atau dengan muka mencemooh mengatakan, “daging sapi? Uuuueeekkkk jijik”, yang tentunya akan merusak selera makan para pemakan daging.I never complain if some of them serving food containing beef (more…)

November 4, 2011

Hindus Should Be Tolerant

Filed under: BALI, Words That Inspiring Me... — Tags: , — dewa landung @ 7:54 AM

If you’re an Hindus then you should be tolerant, if you’re not tolerant then you’re not an Hindus.

 

Ekam Sat Vipraaha Bahudhaa Vadanti

Rg Weda (Buku I, Gita CLXIV, Bait 46)

Arti:

“Hanya ada satu kebenaran tetapi para orang pandai menyebut-Nya dengan banyak nama”

 

Samo ‘ha sarva-bhūteu na me dveyo ‘sti na priyah

ye bhajanti tu mā bhaktyā mayi te teu cāpy aham

(Bhagawadgita, IX:29)

Arti:

“Aku tidak pernah iri dan selalu bersikap adil terhadap semua makhluk.

Bagi-Ku tidak ada yang paling Ku-benci dan tidak ada yang paling Aku kasihi.

Tetapi yang berbakti kepada-Ku, dia berada pada-Ku dan Aku bersamanya pula”

 

Ye yathā mām prapadyante tāms tathaiva bhajāmy aham,

mama vartmānuvartante manusyāh pārtha sarvaśah

(Bhagawadgita, 4:11)

Arti:

“Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku,

Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang mencari-Ku

dengan berbagai jalan, wahai putera Partha (Arjuna)”

 

Yo yo yām yām tanum bhaktah śraddhayārcitum icchati,

tasya tasyācalām śraddhām tām eva vidadhāmy aham

(Bhagawadgita, 7:21)

Arti:

“Kepercayaan apapun yang ingin dipeluk seseorang,

Aku perlakukan mereka sama dan

Ku-berikan berkah yang setimpal supaya ia lebih mantap”

October 29, 2010

Nengah Terima dan Ketut Polos

Filed under: BALI, Self Conversations, Words That Inspiring Me... — Tags: — dewa landung @ 1:55 AM

Hidup memang ada pasang surutnya, kadang dipuja bagai malaikat kadang dihina seperti setan. Saya sadar bahwa ternyata kemampuan saya terbatas untuk selalu terlihat baik di mata setiap orang. Sekarang saya mengerti kenapa tetua dahulu ada yang menamakan anaknya dengan nama culun seperti Nengah Terima dan Ketut Polos. Sepertinya saya harus berguru kepada mereka berdua.

June 29, 2010

Kiri – Kanan

Filed under: BALI, Words That Inspiring Me... — Tags: , — dewa landung @ 2:27 AM

…… namun menghakimi orang kiri dengan cacian berlebihan, bukanlah ciri-ciri orang kanan yang sudah berjumpa kebijaksanaan.

Di desa Tajun Bali Utara diwariskan, setiap anak laki-laki  tertua   dipanggil   kolok  (bisu).   Perhatikan kata kolok baik-baik, dari kanan ke kiri terbaca kolok, dari kiri ke kanan terbaca kolok. Seperti mau berpesan, kiri maupun kanan akan sampai di tempat yang sama. Mungkin itu sebabnya, di akhir hidupnya Ida Danghyang Dwijendra menulis karya indah berjudul Dharma Shunya. Tidak hanya dalam keriuhan kata-kata ada Dharma. Di kedalaman keheningan juga ada Dharma.

-Gde Prama-

October 28, 2009

Anak Kost – Nanoe Biroe

Filed under: BALI, Lyric — Tags: , , , — dewa landung @ 6:22 AM

nanoe-biroe-anak-kost-nB ANAK KOST-794839Di kamar cenik

Kuang ken 3×3 meter

Ditu beli ngidem

Mengantiang semeng

Joh ken rerama, sing ngajak nyama

Beli kapah ngerasayang tresna

Kapah medaaran ne jaen-jaen

Sai-sai wareg baan mie instant

Yen mula adi

Seken-seken tresna ken beli

Gelahang ja beli

Apa adane (more…)

October 10, 2009

Galungan – Kemenangan Dharma vs Adharma, siapa yg berperang?

Filed under: BALI, Kritik, LEARN — Tags: , , , , — dewa landung @ 8:12 AM

Galungan merupakan salah satu hari besar umat Hindu yang dirayakan tiap hari Buda Kliwon Dungulan dalam sistem penanggalan Bali. Pagi hari saat perayaan Galungan kita seperti merasakan puncak keindahan Bali. Tiap rumah tangga akan melakukan pemujaan, aroma harum dupa yang dibakar, kidung-kidung pemujaan dinyanyikan dengan hati yang tulus. Anggota keluarga berkumpul bersama melaksanakan upacara.  Penjor menjulang tinggi-tinggi menghiasi pinggiran jalan. Orang-orang lalu lalang (more…)

October 7, 2009

Bulan Bintang – DiUbud

Filed under: BALI, Lyric — Tags: , , — dewa landung @ 3:54 PM

Yen mula saja tusing nu ada tresna

Yen mula saja tresnane suba hilang

Beli tusing kel sebet

Beli tusing kel ngeling

Apa buin lakar ngemusuhin adi (more…)

Older Posts »

Blog at WordPress.com.