escape

March 16, 2013

Sanggah Cucuk

Filed under: BALI, Kritik — Tags: , — dewa landung @ 3:43 AM

Sanggah Cucuk merupakan sarana upacara yg biasa digunakan di Bali untuk melakukan Butha Yadnya. Salah satu fungsinya adalah sebagai tempat untuk meletakkan dan menggantung berbagai sarana upacara tersebut.

image

Berpenampang segitiga ditancapkan ke tanah dan seluruhnya terbuat dari bambu, sanggah ini pada dasarnya bersifat temporer atau sekali pakai. Namun apa yang terjadi bila anda tinggal di ibu kota, sangat sibuk, sulit mencari bambu? Maka muncullah ide membuat sanggah cucuk permanen di tukang las:

image

Inovasi yang luar biasa, mudah2an inovasi ini tidak membuat generasi Bali berikutnya lupa cara menggunakan Belakas, Temutik, dan Gergaji untuk membuat sanggah cucuk dari bambu 🙂 What’s next? membuat canang yg bisa dipakai berkali2 dari plastik? Hehe…

Advertisements

November 14, 2009

The follower

Filed under: Kritik, LEARN — Tags: , , — dewa landung @ 4:02 AM

Lebih baik bicara tapi diketawain daripada nggak bicara tapi bisanya cuma ketawa-ketawa

Seringkali kita terjebak dalam situasi dimana seseorang meminta sekelompok orang untuk berpendapat namun tidak ada satupun yang berani bicara. Tapi saat Anda memberanikan diri melontarkan suatu statement orang-orang sekitar Anda akan menertawai Anda. Atau situasi dimana seseorang melontarkan pertanyaan tapi tidak ada yang menjawab, dan ketika Anda mengemukakan jawaban tiba-tiba saja semua orang menjadi sangat cerdas & pintar seolah-olah mendapat suntikan multi-vitamin otak (more…)

November 4, 2009

Pemalas!

Filed under: Kritik — Tags: — dewa landung @ 2:38 PM

”Sangat mudah untuk realisasi pembelian barang dari India,” ujar Hirazumi Itsuki, pembeli dari Jepang yang mengaku pernah punya pabrik garmen di Bali. ”Saya tutup karena pekerjanya malas,” tambahnya.

carefull dear lazy Balinesse… they gonna kick your ass!!

October 22, 2009

DELAPAN JANJI RAJA

Filed under: Kritik, LEARN — Tags: , , , — dewa landung @ 5:02 PM

wayangSampai saat ini saya belum paham bagaimana caranya menyukai dunia politik. Pepatah “Tidak ada teman sejati – tidak ada musuh yang sejati, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi” yang menjadi jargon di dunia politik membuat saya memasang ancang2 kabur seribu langkah dari sistem berwujud tidak konsisten yang bernama politik.

Layaknya para pecundang yang mengucap janji sambil menyilangkan jari dibelakang pantat, seperti itulah gambaran saya mengenai politikus. They just don’t have any idea about integrity. Kebanyakan tidak mempresentasikan target, hanya iming-iming indah yang berdasarkan analisis tim suksesnya akan meningkatkan jumlah suara dan cukup persuasif untuk dipercaya. Alih-alih dianggap sebagai ksatria yang tiap ucapannya bisa langsung diterjemahkan sebagai janji atau hukum mutlak, sebagian besar dari komunitas ini lebih cocok jika disebut pedagang. Menyembunyikan keuntungan dibalik harga yang memikat. Maka berlakulah  hukum ekonomi bukan hukum kepemimpinan. Bila permintaan lebih tinggi dari penawaran maka naikkan harga, sebaliknya jika dagangan lagi kosong harga bisa di nego, kebijakan bisa diatur.

Namun sebagai rakyat biasa, saya masih menyimpan harapan bahwa suatu saat nanti akan muncul pemimpin2 baru bangsa ini yang berbobot. Gambaran pemimpin yang ideal, presiden yang ideal, raja yang ideal selalu melintas-lintas di pikiran. Tidak perlu lah menghormati seorang rakyat kecil seperti saya, cukup hormati diri sendiri (respect your self).  Tidak perlu lah mengucapkan janji muluk2, target pertumbuhan ekonomi, target peningkatan kesejahteraan. Cukup ucapkan delapan janji ini yang dirumuskan pada jaman kerajaan dahulu dan hormati diri Anda dengan menepatinya.

Inilah DELAPAN JANJI RAJA yang disebut ASTHAVRATA (Astobroto ; Jawa ).

  1. ANGKASHA (Ruang), Raja harus memberikan ruang untuk mendengarkan suara rakyatnya,
  2. VAYU (Angin), Raja harus mampu mewujudkan pemerataan kesejahteraan kepada rakyatnya bagai angin,
  3. AGNI (Api), Raja harus memberikan hukuman yang seadil-adilnya kepada yang bersalah tanpa pandang bulu bagai api yang membakar,
  4. TIRTA (Air), Raja harus mampu menumbuhkan kesejahteraan perekonomian bagi rakyatnya bagaikan air yang mampu menumbuhkan biji-bijian,
  5. PRTIVI (Tanah), Raja harus mampu memberikan tempat yang aman bagi rakyatnya, menampung semuanya, tanpa ada diskriminasi, bagaikan tanah yang mau menampung semua manusia,
  6. SURYA (Matahari), Raja harus mampu memberikan jaminan keamanan kepada seluruh rakyat tanpa pandang bulu seperti Matahari yang memberikan kehidupan kepada mayapada,
  7. CHANDRA (Bulan), Raja harus mampu mengangkat rakyatnya dari keterbelakangan, dari kebodohan, dari kegelapan, bagaikan sang rembulan yang menyinari kegelapan dimalam hari, dan yang terakhir adalah
  8. KARTIKA (Bintang), Raja harus mampu memberikan aturan-aturan hukum yang jelas, kepastian hukum bagi rakyat demi kesejahteraan, kemanusiaan, keadilan, bagaikan bintang gemintang yang mampu menunjukkan arah mata angin dengan pasti dikala malam menjalang.

sumber: milis BMK

October 10, 2009

Galungan – Kemenangan Dharma vs Adharma, siapa yg berperang?

Filed under: BALI, Kritik, LEARN — Tags: , , , , — dewa landung @ 8:12 AM

Galungan merupakan salah satu hari besar umat Hindu yang dirayakan tiap hari Buda Kliwon Dungulan dalam sistem penanggalan Bali. Pagi hari saat perayaan Galungan kita seperti merasakan puncak keindahan Bali. Tiap rumah tangga akan melakukan pemujaan, aroma harum dupa yang dibakar, kidung-kidung pemujaan dinyanyikan dengan hati yang tulus. Anggota keluarga berkumpul bersama melaksanakan upacara.  Penjor menjulang tinggi-tinggi menghiasi pinggiran jalan. Orang-orang lalu lalang (more…)

October 6, 2009

Manajemen Laba dan Degradasi Moral Para Akuntan

Filed under: Kritik, LEARN — Tags: , , — dewa landung @ 8:19 PM

Masih ingat pelajaran akuntansi saat SMA atau kuliah bahwa posisi dan kinerja keuangan suatu perusahaan tercermin dalam laporan keuangan? Apa jadinya bila informasi yang disampaikan dalam laporan keuangan tidak mencerminkan atau menyimpang dari keadaan yang sebenarnya? Atau pernahkah anda mengamati sebuah perusahaan dengan pergerakan laba yang terlampau indah? (more…)

Ganyang Malaysia!!

Filed under: Kritik — Tags: — dewa landung @ 7:54 PM
fotografer: Herry Winarno (detik)

fotografer: Herry Winarno (detik)

“Seandainya Soekarno masih hidup itu Malaysia sudah mampus kita ganyang..!”

“Gimana sih, kebanyakan mikir.. apa perlu nich anak pelabuhan Periok turun tangan? Kita kirim tuh kapal kargo lengkap dengan awaknya buat ditabrak2in.. Malaysia kalo di diemin terus, tambah menjadi-jadi!”

“Udah…. perang! Tapi yang perang bapak2 TNI aja, kita kan pegawai bank hehehe”

Begitulah kira2 obrolan pagi hari saat kami sarapan di warung sunda milik ce2, sambil menyantap nasi kuning (more…)

Stupid Facebook Status

Filed under: Kritik — Tags: , — dewa landung @ 7:25 PM

Rasanya ingin sekali mengungkapkan kedongkolan saya mengenai status-status facebook yang belakangan simpang siur di wall saya dalam sebuah tulisan di blog. Demi Tuhan sekali-sekali buatlah Wall kamu berguna…!!! Karena dilihat banyak orang jadi banyak informasi penting yang bisa kamu ketikkan di Wall. Mulai dari penghematan energy, penggunaan plastik, bahaya merokok, penyelamatan hutan, berbagai isu Green, atau info2 keren lainnya. Sekedar utk sharing dan mengingatkan satu sama lain.

Ya.. tentu saja anda masih bisa memajang tulisan2 pamer tentang segala sesuatunya seperti: (more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.